Pagi ini Isu Sentimen Hubungan China-AS membuat Harga Emas Anjlok

0
116

Harga emas dunia terkoreksi tipis pagi hari ini, Senin (25/11/2019). Sentimen penggeraknya masih sama, dinamika jalinan Amerika Serikat (AS) dengan China.

Pada 09.40 WIB, harga emas dunia spot sentuh level US$ 1.461.32/troy ons. Harga emas turun 0,05% dibandingkan pada harga penutupan perdagangan, Jumat (22/11/2019) minggu kemarin.

Minggu lalu, harga logam mulia condong terkoreksi. Dinamika jalinan dagang AS dengan China masih diwarnai sentimen yang mixed.

Berita China yang pesimis pada persetujuan dagang sempat muncul minggu kemarin. Pasalnya China mengharap pencabutan bea masuk dimasukkan jadi point dalam persetujuan dagang step awal.

Di kutip dari laman CNBC Indonesia, “Mood di Beijing masalah persetujuan dagang cukup pesimis, satu orang petinggi pemerintah memberi tahu pada saya. China kurang nyaman sesudah Trump (Presiden AS Donald Trump) menjelaskan tidak ada penghilangan bea masuk. Saat ini strateginya ialah meneruskan perbincangan, tapi (China) terus menanti perubahan peluang pelengseran (Trump) serta Pemilu AS 2020. mengutamakan suport pada ekonomi domestik,” demikian cuit jurnalis CNBC International Eunice Yoon lewat Twitter.

Tetapi, AS kembali memperjelas jika persetujuan dagang step awal kemungkinan besar untuk selekasnya ditandatangani.

Berita itu hadir dari beberapa faksi, dari mulai Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross, Presiden AS Donald Trump dan Penasihat Pertahanan Gedung Putih Robert O’Brien.

Presiden Trump saat interviu dengan Fox News Kanal menjelaskan jika persetujuan dagang AS-China mungkin telah dekat.

“Kita akan selekasnya mendapatkan persetujuan dengan China, mungkin telah dekat. Kami memberi dukungan Hong Kong, tapi saya memberi dukungan Presiden Xi (Jinping). Beliau teman dekat saya, satu orang yang mengagumkan,” kata Trump dalam acara itu, seperti dikabarkan Reuters.

Selain itu Robert O’Brien, pada Sabtu minggu tempo hari mengutarakan jika kesepakatan damai dagang AS-China Babak I dapat ditandatangani di akhir tahun ini.

“Kami mengharap dapat sampai persetujuan di akhir tahun, saya masih merasakan itu mungkin. Saat yang sama, kami pun tidak dapat tutup mata atas apa yang berlangsung di Hong Kong atau Laut China Selatan atau daerah yang lain dimana kegiatan China dipandang mencemaskan,” tutur O’Brien, seperti diberitakan Reuters.

Walaupun optimisme kembali ada, rumor Hong Kong punya potensi jadi ganjalan serta butuh diamati. House of Representatives serta Senat AS menetapkan ketentuan yang minta penegakan hak asasi manusia di daerah otonom China itu.

Ketentuan itu tinggal menanti tanda-tangan Presiden AS Donald Trump untuk selekasnya berlaku efisien. Salah satunya pointnya ialah AS dapat kenakan sangsi buat aparat pemerintah China yang dapat dibuktikan lakukan pelanggaran hak asasi manusia di Hong Kong.

Sikap Washington yang mulai terus-terang mengintervensi Hong Kong pasti membuat Beijing tidak nyaman. Kementerian Luar Negeri China memperjelas jika Hong Kong ialah masalah dalam negeri mereka.

“Kami menekan AS untuk hentikan kegiatan ini, hentikan sebelum telat. Berhentilah ikut serta dalam soal Hong Kong serta China. AS harus berhenti lakukan beberapa hal yang dapat mengundang balasan dari China,” tegas Geng Shuang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, seperti dikabarkan Reuters.

Ke depan harga emas akan dikuasai oleh dinamika jalinan dagang AS-China. Bila negosiasi masih buntu dan sikap Washington pada Hong Kong makin memberatkan bukan mustahil harga emas jadi asset minim efek akan terkerek naik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here